PIMPINAN CABANG

GERAKAN PEMUDA ANSOR

KABUPATEN MADIUN
Berita Lain
Nasional

Dari Keluarga ke Banom, Ali Makhrus Dorong Kaderisasi NU Lintas Generasi

Tim Media Center 04 October 2026
Featured Image

MADIUN — Pelantikan Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Dagangan menjadi momentum memperkuat kaderisasi dan regenerasi Nahdlatul Ulama (NU). Kegiatan tersebut digelar Ahad, 4 Oktober 2026, di Gedung Pancasakti, Desa Dagangan, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun.

Turut hadir dalam pelantikan tersebut Sahabat Imam Bukhori dari PW GP Ansor Jawa Timur yang bertindak melantik PAC GP Ansor Kecamatan Dagangan. Hadir pula jajaran Mustasyar, Syuriyah, dan Tanfidziyah MWC NU Kecamatan Dagangan, Muslimat NU, Fatayat NU, IPNU, IPPNU, PAC GP Ansor dari kecamatan tetangga, serta warga NU.

Kehadiran lintas unsur tersebut menjadi bagian penting dari konsolidasi organisasi sekaligus menunjukkan dukungan bersama terhadap penguatan kaderisasi NU di Kecamatan Dagangan.

Rangkaian kegiatan diawali pada siang hari dengan pergelaran Seni Reog Ki Ageng Mirah dari Lesbumi Ponorogo, pukul 14.00–16.30 WIB. Pergelaran tersebut menjadi bagian dari rangkaian pelantikan PAC GP Ansor Kecamatan Dagangan sekaligus menghadirkan ruang ekspresi budaya dalam kegiatan organisasi kepemudaan NU.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Madiun, Ali Makhrus, menegaskan bahwa masa depan NU tidak cukup dibangun melalui kegiatan organisasi, tetapi harus dimulai dari keluarga dan diperkuat melalui kaderisasi lintas badan otonom (banom).

Ali menyampaikan dua pesan penting. Pertama, kaderisasi NU harus dimulai dari keluarga sendiri. Para pengurus NU, kiai, pengurus dan kader Muslimat NU, serta tokoh-tokoh NU semestinya mendorong putra-putrinya untuk mengenal dan terlibat dalam kaderisasi NU melalui banom sesuai usia dan ruang pengabdiannya.

Pesan tersebut sejalan dengan firman Allah dalam QS. At-Tahrim ayat 6: “Qū anfusakum wa ahlīkum nārā,” yang bermakna, “Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.”

“Jangan hanya sibuk mengader orang lain, tetapi keluarga sendiri harus kita rawat. Ajak putra-putri kita mengenal dan mengikuti kaderisasi NU. Dari keluarga, mereka menemukan ruang pengabdian melalui banom,” tegas Ali.

Kedua, Ali mengajak para sesepuh dan senior NU untuk terus terlibat dalam menghidupkan dan menggerakkan banom. Menurutnya, regenerasi tidak boleh memutus hubungan antara pengalaman para senior dan semangat kader muda.

Pesan tersebut sejalan dengan QS. An-Nisa’ ayat 9 yang mengingatkan agar tidak meninggalkan generasi yang lemah.

“Sesepuh jangan hanya menjadi penonton. Tetaplah terlibat, dampingi dan gerakkan banom. Kader muda membutuhkan pengalaman, arahan, dan keteladanan panjenengan,” ujarnya.

Ali berharap PAC GP Ansor Kecamatan Dagangan menjadi bagian dari ekosistem kaderisasi NU yang hidup, kuat, dan mampu memastikan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah terus diwariskan dari generasi ke generasi.

100