MADIUN – Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Madiun, Sahabat Ali Makhrus, memberikan pembekalan strategis kepada ratusan kader pelajar dalam kegiatan Pendidikan dan Latihan Pertama (Diklatama) CBP IPNU dan KPP IPPNU Kabupaten Madiun.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (26/10) di Yayasan Pondok Pesantren Darul Ittihad, Desa Bader, Kecamatan Dolopo ini, menjadi momentum penguatan ideologi sekaligus wawasan masa depan bagi para peserta.
Integrasi Keilmuan dan Spiritualitas
Dalam materinya yang mengusung tema Keindonesiaan, Ke-NU-an, dan Keilmuan, Ali Makhrus menekankan bahwa kader Nahdlatul Ulama (NU) di masa depan tidak hanya cukup dibekali dengan kekuatan mental dan spiritual, tetapi juga harus menguasai ilmu saintifik."Kader pelajar hari ini adalah pemegang tongkat estafet kepemimpinan di masa depan. Penting bagi kalian untuk menguasai metode ilmiah dan ilmu saintifik agar mampu menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks," ujar Ali Makhrus di hadapan para peserta Diklatama.
Menangkap Peluang Masa Depan
Ali menjelaskan bahwa tantangan global menuntut kader untuk adaptif terhadap teknologi dan inovasi. Menurutnya, pemahaman keagamaan yang kuat (Ke-NU-an) harus berjalan beriringan dengan kompetensi akademik yang mumpuni.Beberapa poin utama yang disampaikan meliputi: * Literasi Teknologi: Mendorong kader IPNU-IPPNU untuk tidak gagap teknologi. * Peluang Strategis: Membaca peluang ekonomi kreatif dan profesionalisme di berbagai sektor. * Karakter Kebangsaan: Menjaga keutuhan NKRI dengan cara-cara yang intelektual dan santun.
Antusiasme Peserta
Diklatama yang diselenggarakan oleh PC IPNU-IPPNU Kabupaten Madiun ini diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai kecamatan. Kehadiran Ketua GP Ansor sebagai pemateri diharapkan mampu memberikan suntikan motivasi bagi para kader Korps Brawijaya (CBP) dan Korp Pelajar Putri (KPP) untuk lebih percaya diri dalam bersaing di kancah nasional maupun internasional.Acara yang berlangsung selama tiga hari (26-28 Oktober) ini diisi dengan berbagai materi kedisiplinan, teknik kepanduan, serta pendalaman nilai-nilai Aswaja sebagai fondasi pergerakan pelajar NU.