MADIUN – Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Madiun menggelar rangkaian kegiatan kolaboratif bertajuk PUNGRIDE" yang dipadukan dengan Majelis Dzikir dan Sholawat (MDS) Rijalul Ansor dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) Ansor ke-92. Kegiatan ini menjadi momentum penguatan spiritualitas sekaligus soliditas kader melalui aksi religi berkendara melintasi rute bersejarah di Bumi Kampung Pesilat.
Makna Filosofis PUNGRIDE
Istilah "PUNGRIDE" merupakan akronim strategis yang diusung untuk menyatukan berbagai aspek pergerakan pemuda NU:
Pilgrimage: Ziarah napak tilas perjuangan para ulama.
Fun: Menghadirkan kegembiraan dalam bingkai organisasi.
Gathering: Sarana penguatan silaturahmi antar-kader.
Ride: Implementasi budaya tertib dan santun di jalan raya.
Transformasi Wadah Pemuda
Ketua PC GP Ansor Kabupaten Madiun, Ali Makhrus (Mas Ali), menyatakan bahwa organisasi harus adaptif dalam merangkul generasi muda. Menurutnya, "PUNGRIDE" didesain sebagai ruang ekspresi positif bagi remaja di wilayah Kabupaten Madiun.
"Kami ingin menjadikan "PUNGRIDE" sebagai ruang di mana hobi otomotif anak muda bertemu dengan kemuliaan akhlak. Ansor harus menjadi wadah yang mampu menyalurkan energi muda ke arah positif, mempertemukan kesenangan dengan nilai religi serta kepedulian sosial," tegas Mas Ali.
Senada dengan hal tersebut, Ketua PAC GP Ansor Mejayan sekaligus Koordinator Panitia Lokal, Moh. Fahmi Hakim Aunillah, menekankan kedalaman makna kegiatan yang dipusatkan di wilayahnya tersebut dengan nada yang menyentuh kalbu.
"Setiap jengkal tanah yang kami lalui adalah saksi kecintaan pemuda terhadap ulama. Kami memastikan doa-doa tetap terlantun di sela deru mesin motor. Ini adalah manifestasi dari Ansor-Banser Mejayan yang tegak berdiri dalam satu komando untuk menjaga api tradisi," ujar Fahmi.
Napak Tilas Jalur Sejarah
Ratusan kader mengawali konvoi dengan menyusuri jejak kewalian di wilayah Dagangan, dimulai dari titik Banjarsari hingga Sewulan . Roda kemudian berputar melintasi kawasan Temulus di wilayah Wungu, berlanjut menembus jalur perbukitan di Kare. Barisan hijau-loreng ini kemudian bergerak turun kembali melintasi Wungu menuju jantung Mejayan dan mengakhiri perjalanan dengan penuh kehangatan di Desa Ampel, Mejayan.
Maklumat Adab dan Keselamatan
Dalam pelaksanaannya, PC GP Ansor Kabupaten Madiun menerbitkan *Maklumat Nomor: 027/PC-XII-27/SR-01/IV/2026* terkait adab dan keselamatan berkendara yang wajib dipatuhi peserta:
1. Dimensi Spiritual: Menata niat ziarah dan senantiasa berdzikir serta bershalawat sirri
2. Keamanan Berkendara: Wajib helm SNI, jaket, dan sepatu. Dilarang mendahului dengan cara berbahaya.
3. Etika Publik: Larangan keras penggunaan knalpot brong (Anti-Bleyer) dan bijak berklakson.
4. Kelestarian Lingkungan: Peserta diwajibkan membawa botol minum mandiri (Tumbler).
Puncak Khidmat: Sholawat dan Restu Ulama
Suasana mencapai puncak kekhidmatan saat seluruh kader berdiri tegak melakukan Mahallul Qiyam. Diiringi lantunan sholawat yang menggetarkan jiwa, prosesi "Potong Buceng" (tumpeng) dilakukan sebagai wujud syukur. Potongan tumpeng pertama diserahkan secara takzim oleh Mas Ali kepada Ketua MWC NU, Kiai Mangli Habibi
Penyerahan ini melambangkan keteguhan Ansor sebagai garda terdepan di bawah bimbingan para ulama. Upacara ini menandai penyerahan amanah khidmah sekaligus doa bersama agar GP Ansor semakin dinamis dalam merangkul hobi masa kini tanpa mencabut akar tradisi santri.