MADIUN – Suasana hangat di Kedai Kopi Sooko, Desa Jatisari, berubah menjadi arena adu gagasan yang dinamis pada Ahad (21/12/2025). Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Geger menggelar Musyawarah Kerja Anak Cabang (Muskerancab) I yang berlangsung penuh dialektika sejak pukul 08.30 hingga 12.00 WIB.
Acara yang dihadiri oleh seluruh utusan ranting se-Kecamatan Geger ini fokus pada dua agenda besar: kemandirian ekonomi organisasi dan penguatan sinergi lintas stakeholders.
Dinamika Sidang yang Alot
Memasuki agenda sidang tata tertib (tatib) dan pleno program kerja, tensi pertemuan sempat meninggi. Perdebatan antar pengurus ranting tidak terelakkan, terutama saat membahas skala prioritas program pemberdayaan ekonomi di tingkat desa. Interupsi dan adu argumen mewarnai ruangan, menciptakan suasana yang cukup panas dan alot.
Namun, ketegangan tersebut justru dipandang sebagai bentuk kepedulian kader terhadap masa depan organisasi. Menjelang penutupan, suasana cair seketika. Perbedaan pendapat yang semula tajam mencair dalam sesi ramah tamah yang diiringi canda tawa khas santri, menandai kesepakatan kolektif yang solid.
Kemandirian sebagai Pilar Utama
Ketua PAC GP Ansor Geger, A. Khoirun Naim A.Z, menegaskan bahwa perbedaan pendapat dalam forum adalah mesin penggerak kedewasaan organisasi.
"Diskusi yang memanas tadi adalah bukti bahwa kader Ansor Geger punya ghirah yang luar biasa. Fokus kita ke depan adalah kemandirian. Kita tidak boleh hanya menjadi objek, tapi harus menjadi subjek melalui sinergi lintas stakeholders untuk membangun ekosistem ekonomi yang kuat bagi kader," ujar Naim.
Apresiasi dari Pimpinan Cabang
Hadir memberikan arahan, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Madiun, Ali Makhrus, mengapresiasi keberanian PAC Geger dalam mengusung isu kemandirian dan cara mereka mengelola konflik di dalam forum.
"Saya bangga melihat dialektika yang terjadi di Geger. Memang harus ada perdebatan untuk melahirkan program yang berkualitas. Sinergi dengan berbagai pihak adalah kunci, namun jati diri kemandirian organisasi harus tetap dijaga agar Ansor tetap berwibawa," tegas Ali Makhrus.
Poin Utama Hasil Muskerancab I:
* Pengesahan Tatib: Penyempurnaan mekanisme pengambilan keputusan organisasi.
* Pleno Organisasi: Penguatan basis data kader di tingkat ranting.
* Program Unggulan: Inisiasi unit usaha mandiri dan kolaborasi strategis dengan pemerintah desa serta pihak swasta.
Acara ditutup dengan doa bersama dan komitmen untuk mengawal hasil keputusan sidang dengan semangat satu komando.