MADIUN – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Al-Mukminun dan Pondok Pesantren As-Shiddiqiyah, Desa Uteran, Kecamatan Geger, pada Jumat malam (27/02/2026). Ratusan jamaah dari unsur MWCNU Geger, Kebonsari, Dolopo, hingga badan otonom (Banom) dan ranting memadati lokasi untuk mengikuti agenda Safari Ramadhan PCNU Kabupaten Madiun.
Acara ini menjadi istimewa saat Rois Syuriyah PCNU Kabupaten Madiun, KH. Dr. Musthofa Ibrohim, M.M., menyampaikan tausiyah yang memadukan dalil agama dengan pembuktian ilmiah modern, khususnya mengenai manfaat puasa bagi kesehatan.
Sains di Balik Sabda Nabi
Dalam ceramahnya, Kiai Musthofa mengutip hadits masyhur: “Shumu Tashihhu” yang berarti “Berpuasalah, maka kalian akan sehat.” Beliau menekankan bahwa sabda Nabi Muhammad SAW tersebut bukan sekadar anjuran spiritual, melainkan sebuah fakta biologis yang kini diakui dunia medis.
Untuk memperkuat argumennya, beliau memaparkan fenomena Autofagi, sebuah proses pembersihan sel tubuh yang ditemukan melalui penelitian laboratorium terhadap tikus.
"Para ilmuwan melakukan uji coba pada tikus yang diberikan waktu jeda makan atau berpuasa. Hasilnya luar biasa, sel-sel tubuh tikus tersebut melakukan regenerasi secara mandiri. Sel yang rusak 'dimakan' dan diganti dengan yang baru," terang Kiai Musthofa di hadapan ratusan jamaah.
Beliau menjelaskan bahwa saat perut kosong dalam durasi tertentu, tubuh tidak lagi sibuk mencerna makanan, melainkan beralih fokus pada detoksifikasi dan perbaikan jaringan yang rusak.
Kesehatan Sebagai Modal Beribadah
Kiai Musthofa mengingatkan bahwa kesehatan yang didapat dari berpuasa adalah sarana untuk meningkatkan kualitas pengabdian kepada Allah SWT. Menurutnya, puasa Ramadhan adalah "bengkel" tahunan bagi fisik dan mental manusia.
* Pembersihan Fisik: Mengistirahatkan organ pencernaan.
* Pembersihan Mental: Melatih kesabaran dan pengendalian diri.
* Pembersihan Spiritual: Mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Kehadiran dan Antusiasme Jamaah
Kegiatan Safari Ramadhan ini dihadiri oleh jajaran pengurus MWCNU dari tiga kecamatan (Geger, Kebonsari, dan Dolopo) serta para kader Banom seperti Ansor, Fatayat, IPNU, dan IPPNU. Kehadiran ratusan jamaah menunjukkan soliditas warga Nahdliyin di wilayah selatan Kabupaten Madiun.
Acara ditutup dengan doa bersama untuk kemaslahatan umat dan keberkahan bagi Kabupaten Madiun di bulan suci Ramadhan 1447 H ini.