PIMPINAN CABANG

GERAKAN PEMUDA ANSOR

KABUPATEN MADIUN
Berita Lain
Sosial

Dari Lereng Gunung Hingga Jejak Santri: Perjalanan Cinta Muslimat NU Madiun Menjemput Ridho Ilahi

Tim Media Center 01 March 2026
Featured Image

MADIUN – Matahari di ufuk barat Madiun mulai meredup, menyisakan semburat jingga yang hangat di langit Desa Uteran, Minggu (1/3/2026). Di sebuah sudut sunyi namun sarat doa, tepatnya di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an (PPTQ) Al Karimah, Klorogan, suasana haru biru menyelimuti kerumunan perempuan berseragam hijau legam.

Ini bukan sekadar acara buka bersama biasa. Ini adalah sebuah "perjalanan cinta" yang melintasi batas geografis dan strata sosial.

Melampaui Batas Geografis: Dari "Mustika Mesem" ke Lantunan Ayat Suci

Jika Ramadhan tahun lalu PC Muslimat NU Kabupaten Madiun harus berjibaku menembus dinginnya kabut dan terjalnya lereng Wilis di Desa Bolo (Kare) serta Desa Padas (Dagangan) melalui program Mustika Mesem (Muslimat Cantik Mengentaskan Kemiskinan Ekstrim), tahun ini langkah kaki mereka tertuju pada pusat-pusat pendidikan Al-Qur'an di dataran Geger.

Perpindahan lokasi dari medan pegunungan yang heroik menuju lingkungan pesantren yang teduh ini menjadi bukti bahwa kepedulian Muslimat NU tidaklah bersekat. Dari membagikan sembako bagi 40 KK di pelosok desa yang sulit dijangkau, kini mereka hadir memeluk para penjaga kalam Allah di PPTQ Al Karimah.

Dawuh Sang Ketua: "Bukan Sekadar Memberi, Tapi Menjalin Silaturahmi"

Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Madiun, Hj. Arina Manasikana, dengan sorot mata penuh keteduhan, menyampaikan bahwa rutinitas sosial di bulan suci ini adalah ruh dari perjuangan organisasi.

"Kami tidak ingin Muslimat hanya hadir di menara gading. Ramadhan lalu kami mendaki gunung demi menyeka air mata kemiskinan ekstrim di Kare dan Dagangan. Tahun ini, kami merapat ke pesantren untuk berbagi kasih dengan para santri. Ini adalah bentuk komitmen kami: menjalin tali silaturahmi dan menanam benih kepedulian. Niat kami satu, hanya mengetuk pintu langit demi meraih Ridlo Allah SWT di bulan yang penuh barokah ini," ujar Hj. Arina dengan nada yang bergetar namun tegas.

Pesan Heroik Pengasuh: Mencintai Sesama, Menuju Keselamatan Abadi

Kehadiran rombongan ibu-ibu Muslimat ini disambut dengan tangan terbuka oleh pengasuh PPTQ Al Karimah, KH. Miftahurroyyan. Dalam tausiyahnya yang menyentuh kalbu, beliau menekankan bahwa apa yang dilakukan Muslimat adalah manifestasi nyata dari ajaran kasih sayang dalam Islam.

"Kita semua diperintahkan untuk saling mencintai sesama. Hari ini, melalui rasa cinta itulah, Ibu-ibu Muslimat sampai ke sini, bersilaturahmi dengan para santri dan kami para pengasuh," ungkap KH. Miftahurroyyan.

Beliau juga memanjatkan doa khusyuk yang membuat suasana kian syahdu:

"Semoga Ibu-ibu PC Muslimat NU Kabupaten Madiun senantiasa dikaruniai kesehatan dan umur panjang yang berkah. Agar langkah heroik ini tidak berhenti, agar perjuangan para Ulama NU dapat diteruskan demi meraih keselamatan di dunia hingga di akhirat kelak."

Menutup Hari dengan Barokah

Acara yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan doa bersama dan berbuka puasa di tengah kesederhanaan pesantren. Di sela-sela tawa kecil para santri dan senyum tulus para pengurus Muslimat, tersirat sebuah pesan kuat: bahwa baik di lereng gunung yang terjal maupun di dataran pemukiman, semangat berbagi adalah api yang tidak boleh padam.

Muslimat NU Kabupaten Madiun telah membuktikan bahwa pengabdian mereka adalah sebuah narasi panjang tentang kepedulian yang tak kenal lelah, menyentuh setiap jengkal tanah Madiun demi kemaslahatan umat.

95