MADIUN – Di tengah suasana syahdu Ramadan yang menyelimuti Kabupaten Madiun, sebuah pertemuan penuh kehangatan berlangsung di Kantor Baznas Kabupaten Madiun, Jumat (06/03/2026). Pagi itu, jarum jam menunjukkan pukul 09.00 WIB ketika jajaran Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kabupaten Madiun melangkah masuk, membawa misi besar untuk memperkuat filantropi dan kemitraan strategis demi kemaslahatan umat.
Pertemuan yang berlangsung selama 90 menit tersebut dihadiri oleh tokoh-tokoh kunci. Dari sisi GP Ansor, hadir Ketua PC GP Ansor Mas Ali, didampingi Sekretaris Ibnu Muchlis, serta perwakilan Satkorcab Banser, Dian Basuki. Mereka disambut langsung oleh pimpinan Baznas Kabupaten Madiun, KH. Nur Kholis dan KH. Muhammad Mabrur.
Sinergi untuk Umat: Dari Takjil hingga Mudik
Diskusi yang mengalir santai namun produktif ini membuahkan rencana-rencana besar yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, terutama di bulan suci dan menjelang hari kemenangan.
Tiga poin utama yang menjadi sorotan adalah:
* Posko Mudik Lebaran: Kolaborasi pengamanan dan layanan kesehatan bagi pemudik.
* Berbagi Takjil Bergizi: Mengubah tradisi takjil menjadi gerakan pemenuhan gizi bagi masyarakat kurang mampu.
* Program Filantropi Strategis: Pengelolaan zakat dan sedekah yang lebih tepat sasaran melalui jaringan akar rumput Ansor.
Suara dari Para Pemimpin
Ali Makhrus Ketua PC GP Ansor Kabupaten Madiun menuturkan, bahwa "Ansor memiliki sumber daya manusia yang besar hingga ke pelosok desa. Melalui pertemuan ini, kami ingin memastikan energi pemuda ini sejalan dengan visi Baznas. Kami ingin Ramadan dan Lebaran tahun ini tidak hanya tentang ibadah ritual, tapi juga dampak sosial yang nyata. Posko Mudik dan Takjil Bergizi adalah langkah awal.", beber Mas Ali.
Sementara itu, KH. Nur Kholis, Pimpinan Baznas Kabupaten Madiun, "Kami menyambut baik inisiatif luar biasa dari sahabat-sahabat Ansor. Baznas membutuhkan mitra lapangan yang tanggap dan memiliki integritas. Sinergi ini akan mempercepat distribusi manfaat zakat, infaq, dan sedekah kepada mereka yang benar-benar membutuhkan di Kabupaten Madiun", ungkapnya
Senada dengan Gus Kholis sapaan akrab KH. Nur Kholis, KH. Muhammad Mabrur, Pimpinan Baznas Kabupaten Madiun lainnya menyatakan, "Filantropi adalah tentang kepercayaan. Dengan keterlibatan GP Ansor, kita ingin membangun ekosistem berbagi yang lebih modern dan menyentuh sisi strategis, seperti pemberdayaan ekonomi umat yang berkelanjutan, bukan sekadar bantuan sesaat", imbuh Gus Mabrur di sela-sela diskusi tentang amanah dan pentingnya tata kelola yang akuntable bagi sebuah lembaga sosial, termasuk jam terbang lembaga.
Menatap Masa Depan
Pertemuan yang berakhir tepat pukul 10.30 WIB ini menandai babak baru kolaborasi antara organisasi kepemudaan terbesar dan lembaga amil zakat resmi di Madiun. Ke depan, kedua belah pihak berkomitmen untuk menyusun nota kesepahaman yang lebih teknis agar program-program tersebut dapat dirasakan manfaatnya secara luas oleh masyarakat Kabupaten Madiun.
Ramadan kali ini bukan sekadar tentang menahan lapar dan dahaga, melainkan tentang bagaimana tangan-tangan pemuda dan kebijaksanaan ulama bersatu, memastikan tak ada warga Madiun yang merasa sendirian dalam perjuangannya.