MADIUN – Mengawali geliat spiritual di bulan suci, Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Geger menggelar "Ngaji Ramadhan" dengan membedah kitab monumental Risalah Ahlussunnah Wal Jama’ah karya Hadratusysyaikh KH Hasyim Asy’ari. Bertempat di Aula MWC NU Geger, Ahad (08/03/2026), kegiatan ini bukan sekadar rutinitas formalitas Majelis Dzikir dan Sholawat (MDS) Rijalul Ansor, melainkan sebuah upaya kritis dalam memetakan batas antara Sunnah dan Bid’ah di era disrupsi.
Acara yang dimulai pukul 16.30 WIB ini dihadiri oleh jajaran Pengurus Harian Cabang, Sahabat Antony Dzulkarnain, yang hadir mewakili Ketua PC GP Ansor Madiun, Ali Makhrus (Mas Ali). Diskusi berlangsung hangat di bawah bimbingan Ustadz Romli (Mbah Romli) sebagai pengkaji kitab, serta dikawal langsung oleh Ketua PAC GP Ansor Geger, Khoirun Naim.
Menakar Relevansi Kitab Risalah Aswaja
Dalam paparannya, Mbah Romli menekankan bahwa memahami Sunnah dan Bid’ah tidak boleh terjebak pada tekstualitas semata. Kitab Risalah Aswaja dihadirkan kembali untuk memberikan fondasi bagi kader Ansor agar tidak goyah di tengah banjir informasi keagamaan yang sering kali membingungkan di media sosial.
"Kader Ansor harus cerdas membedakan mana tradisi yang memiliki akar syariat dan mana yang memang menyimpang. Jangan sampai kita menjadi generasi yang kagetan terhadap perbedaan," tegas Mbah Romli di hadapan para pengurus ranting se-Kecamatan Geger.
Inspirasi Lintas Generasi: Dari Baby Boomer hingga Gen Alpha
Salah satu poin krusial dalam pertemuan ini adalah seruan inklusivitas. GP Ansor Geger menegaskan bahwa organisasi ini adalah rumah besar bagi seluruh spektrum usia:
* Baby Boomers & Senior: Sebagai penjaga gawang nilai dan kearifan lokal.
* Millennials: Sebagai penggerak manajerial dan intelektual.
* Gen Z & Gen Alpha: Sebagai ujung tombak teknologi dan inovasi masa depan.
Ketua PAC GP Ansor Geger, Khoirun Naim, mengajak anak muda untuk bergabung dengan penuh kegembiraan. "Ansor Masa Depan adalah tentang kolaborasi. Kami ingin Gen Z dan Gen Alpha melihat Ansor bukan sebagai organisasi yang kaku, tapi wadah untuk tumbuh bersama dengan bahagia," ujarnya.
Amanah PC: Kredo "NGAJI" sebagai Fondasi Pemimpin
Mewakili Ketua PC, Sahabat Antony Dzulkarnain menyampaikan pesan mendalam mengenai arah gerak organisasi melalui kredo NGAJI:
NGAJI (Novelty, Growth, Achievement, Joyful, and Integrity)
"PC GP Ansor Madiun di bawah kepemimpinan Mas Ali menekankan bahwa kader harus memiliki kebaruan ide (Novelty), pertumbuhan kapasitas (Growth), pencapaian nyata (Achievement), dilakukan dengan hati yang riang (Joyful), dan yang terpenting menjaga kejujuran (Integrity). Inilah profil Pemimpin Masa Depan."
Pernyataan Penutup dan Buka Bersama
Kegiatan diakhiri dengan doa bersama dan ramah tamah buka puasa. Dalam pernyataan resminya, Khoirun Naim menyampaikan:
"Kegiatan sore ini adalah manifestasi dari komitmen kami untuk menjaga warisan pendiri NU sekaligus mengadaptasinya dengan kebutuhan zaman. Kami mengundang seluruh pemuda di Kecamatan Geger, dari latar belakang apapun, untuk bergabung menjadi bagian dari sejarah. Menjadi kader Ansor berarti bersiap menjadi pemimpin yang berintegritas dan membawa kemanfaatan bagi umat."