MADIUN – Suasana Pondok Ramadhan di SMAN 1 Dagangan tampak berbeda tahun ini. Alih-alih hanya diisi dengan ceramah konvensional, PC GP Ansor Kabupaten Madiun menerjunkan tim khusus dalam program bertajuk "Ngaji Literasi: Ansor Goes to School" yang berlangsung selama dua hari, 9 hingga 10 Maret 2026.
Program ini menjadi langkah berani Ansor Madiun untuk masuk ke ruang-ruang kelas, membawa materi Akidah Akhlak dan Fikih Ibadah dengan kemasan yang lebih segar dan relevan bagi generasi Z.
Kolaborasi Lintas Jenjang
Instruktur yang diterjunkan pun bukan sembarangan. Ahmad Dimas Setya Aji,S.Kom,.Gr, perwakilan dari jajaran Pengurus Cabang (PC), berduet langsung dengan Fahrul Aziz,SH Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Dagangan. Kehadiran mereka merupakan mandat langsung dari Ketua PC GP Ansor Kabupaten Madiun, Ali Makhrus, atau yang akrab disapa Mas Ali.
"Kami ingin adik-adik siswa tidak hanya sekadar hafal teori ibadah, tapi paham esensinya dalam kehidupan sehari-hari. Literasi agama itu pondasi, terutama di tengah gempuran informasi digital saat ini," ujar Ahmad Dimas di sela-sela kegiatannya mengajar.
Senada dengan Dimas, Fahrul Aziz menekankan pentingnya kedekatan emosional antara tutor dan santri dadakan di sekolah tersebut. "Sebagai pengurus di tingkat kecamatan, kami ingin menunjukkan bahwa Ansor hadir dan peduli. Pendekatannya bukan menggurui, tapi lebih ke diskusi santai tentang fikih praktis," ungkap Fahrul.
Antusiasme Siswa: "Lebih Asyik dan Masuk Akal"
Respons positif datang dari para siswa. Andika, siswa kelas X F, mengaku terkesan dengan gaya penyampaian para tutor dari Ansor. Menurutnya, materi yang biasanya terasa berat menjadi lebih mudah dicerna.
"Awalnya mikir bakal ngebosenin, tapi ternyata seru. Program Ansor Goes to School ini keren banget, kita jadi lebih paham soal akhlak dan tata cara ibadah tanpa merasa dipojokkan. Penjelasannya masuk akal buat anak muda," kata Andika.
Visi Kepemimpinan Berkelanjutan
secara terpisah, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Madiun, Mas Ali, menegaskan bahwa kegiatan di SMAN 1 Dagangan ini hanyalah sebuah permulaan. Ia melihat potensi besar dalam kolaborasi antara organisasi kepemudaan dan lembaga pendidikan formal.
"Ini adalah awal yang baik. Kami ingin menunjukkan bahwa Ansor sangat peduli pada kepemimpinan berkelanjutan. Kaderisasi dan penanaman nilai harus dimulai sejak dini di bangku sekolah," tegas Mas Ali.
Ia juga membuka pintu lebar-lebar bagi sekolah lain di wilayah Kabupaten Madiun untuk menjalin kerja sama serupa di masa mendatang. "Kami mengajak sekolah-sekolah lain untuk berkolaborasi dengan tim Ansor di tahun-tahun berikutnya. Kami siap mengirimkan tim terbaik untuk berbagi ilmu dan inspirasi," pungkasnya.
Dengan suksesnya pilot project di Dagangan ini, jargon Ansor Goes to School diharapkan menjadi gerakan masif yang memperkuat karakter pemuda Madiun yang religius sekaligus berwawasan luas.