PIMPINAN CABANG

GERAKAN PEMUDA ANSOR

KABUPATEN MADIUN
Berita Lain
Internal

Lentera Doa di Simpang Dumpil: Ikhtiar Langit Ansor-Banser Madiun Demi Keselamatan Pemudik

Tim Media Center 14 March 2026
Featured Image

MADIUN – Di bawah langit senja yang mulai meredup di kawasan Dumpil, Kabupaten Madiun, Sabtu (14/03/2026), puluhan pemuda berseragam hijau tampak bersimpuh khusyuk. Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda Ansor bersama Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Banser Kabupaten Madiun menggelar Istighotsah dan doa bersama untuk keselamatan serta kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026.

Kegiatan yang berpusat di Posko Mudik Banser Dumpil ini bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan wujud kepedulian spiritual bagi para musafir yang tengah berjuang melepas rindu ke kampung halaman.

Mengetuk Pintu Langit

Suara zikir yang menggema di sela deru mesin kendaraan menciptakan suasana haru. Di tengah hiruk-pikuk pemudik yang melintas, para kader Ansor-Banser ini memilih jeda sejenak untuk memohon perlindungan kepada Sang Khalik.

Ali Makhrus, atau yang akrab disapa Mas Ali, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Madiun, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bentuk "khidmah" (pengabdian) tanpa batas.

"Kami menyadari bahwa kelancaran mudik bukan hanya soal rekayasa lalu lintas atau kesiapan fisik kendaraan, tapi juga soal restu Ilahi. Lewat Istighotsah ini, kami mengetuk pintu langit agar setiap roda yang berputar membawa para pemudik sampai ke pelukan keluarga dengan selamat. Posko ini adalah rumah bagi mereka, dan doa kami adalah bekal perjalanan mereka," tutur Mas Ali dengan nada penuh ketulusan.

Solidaritas di Meja Berbuka

Usai doa bersama, suasana berubah menjadi hangat dan penuh kekeluargaan saat azan Magrib berkumandang. Para sahabat Ansor dan Banser duduk melingkar dalam kesederhanaan untuk berbuka puasa bersama. Momen ini menjadi perekat emosional antaranggota yang akan bertugas menjaga posko selama 24 jam ke depan secara bergantian.

Romli, Kepala Satuan Markas (Kasetma) Satkorcab Banser Madiun, menekankan kesiapan personelnya di lapangan. Baginya, kebahagiaan pemudik adalah prioritas utama.

"Bagi Banser, lelah itu lillah. Kami instruksikan seluruh sahabat di lapangan untuk mengedepankan sikap humanis. Jika pemudik lelah, silakan mampir ke posko kami. Kami sediakan tempat istirahat dan tentunya pengawalan doa. Semangat kami satu: pastikan arus mudik dan balik tahun ini berjalan lancar tanpa kendala berarti," tegas Romli.

Kegiatan yang ditutup dengan ramah tamah ini menegaskan bahwa di balik ketegasan seragam Banser, terdapat hati yang lembut yang selalu mendoakan keselamatan sesama. Simpang Dumpil malam itu tak hanya menjadi saksi kepadatan lalu lintas, tapi juga saksi bisu tentang cinta dan pengabdian para pemuda Nahdliyin untuk negeri.


54